Senin, 05 Maret 2018
MENGENANG MUHAMMAD ZAINUDIN
Muhammad Zainudin, lahir di Guningkidul. April 1959 Dari pasangan H. Djunari dengan HJ. Wardinah. Sejak umur satu tahun Zainudin kecil diajak orangtuanya Pak Djunari berjuang dengan mendidik anak-anak di sebuah desa pelosok tepatnya di dusun Ngenep Dadapayu Semanu Kabupaten Gunungkidul. Pada tahun-tahun itu sesuai keadaan perekonomian negara yang sedang carut marut, seorang guru mengajar di beberapa tempat selain di Ngenep yaitu di Cuelo Candirejo dan Petir Rongkop dengan gaji seadanya tidak bisa dijadikan penopang hidup keluarga. Saat itu ibu Wardinah yang berasal dari kalangan keluarga yang lebih mampu dalam hal pangan karena orang tua ibu Wardinah adalah seorang perangkat desa yang menjabat sebagai kamitua tentu soal pangan tidak banyak menjadi masalah. Waktu itu Bpk Djunari sebagai guru muda bersama istri dan anak yang baru berumur 1 tahun diajak merantau (istilah jaman dulu) karena kendaraan waktu itu masih jarang ditemui sehingga dengan jarak kurang lebih 30 an kilometer harus jalan kaki menuju dusun Ngenep tersebut untuk mengajar murid2nya sehimgga waktu itu tinggal di rumah penduduk sekitar (mondok red.).
Waktu itu ibu Wardinah sedang hamil tua untuk calon anak yang nomer dua, keterbatasan pangan dan hanya dengan modal gaji guru pada waktu itu, sementara kehidupan di rumah yang ditinggal kan ibu Wardinah lebih mencukupi kebutuhan sehari2 dibanding di ngenep. Beberapa bulan ini Wardinah bersama Zainudin kecil dan bayi yang masih berada di kandungan bisa bertahan, namun dengan pertimbangan untuk anak dan bayi dalam kandungan tersebut ibu Wardinah menggendong Zainudin kecil diajak pulang ke rumah tepatnya Dusun Grogol Kecamatan Paliyan tanpa seijin Pak Djunari, karena jika ijin dulu kemungkinan besar tidak akan diijinkan atau disuruh nunggu untuk diantar pulang. Dengan jalan kaki dengan keadaan hamil tua bisa dibayangkan betapa mulia nya perjuangan seorang ibu, menempuh jarak 30 an kilometer dengan bekal seadanya akhirnya sampe di rumah dengan waktu tempuh seharian. Pak Djunari ditinggal berjuang sendirian di pelosok desa dengan segala keterbatasan.
Zainudin kecil yang seharusnya masih memperoleh manjaan dari orang tua terutama ibu, harus rela berkurang perhatian nya karena adiknya telah lahir dan dalam kurang dari 11 tahun putra Bapak dan ibu Djunari menjadi 6 oramg.
Zainudin dibesarkan bersama adik-adiknya melalui pendidikan di lingkungan pak Djunari dengan keterbatasan materi.
Ada satu cerita yang selalu membuat terenyuh ketika zainudin kecil duduk di bangku SD kala itu sudah berlatih membantu orang tua untuk ke tegal, hutan untuk sekedar mencari rumput dan pekerjaan2 lainnya. Dan pada suatu saat Zainudin juga berjualan kerupuk dengan cara menjajakan dari rumah ke rumah dari dusun ke dusun dan saat itu memang kerupuk merupakan makanan yang cukup disukai anak2 namun keadaan orang tua mereka belum tentu mampu untuk memberikan uang sekedar untuk membeli kerupuk, suatu saat di desa tetangga Zainudin menjajakan kerupuk ada anak2 yang menangis minta dibelikan kerupuk namun nampaknya oramg tua tidak punya uang., dengan nada kesal orangtuanya memarahi Zainudin dan mengusir dengan menakut-nakuti memakai sabit, waktu itu Zainudin nampak ketakutan dengan berlari sekuat tenaga dan pulang. Dan untuk selanjutnya tempat tersebut tidak dilewati ketika menjajakan kerupuk. Setiap diceritakan meski penulis telah mendengar berkali-kali tetap saja merasa trenyuh.
Setelah lulus SD Zainudin melanjutkan ke PGA yang kemudian diubah menjadi SMP Muhammadiyah Playen, selanjutnya sekolah di STM Negri wonosari jurusan bangunan. Saat sekolah di STM Zainudin sudah dilatih mandiri dengan mondok di Masjid kepek tepatnya di samping rumah bapak Sabardi seorang penjahit ternama waktu itu, di pondokan (kos gratis) bersama adiknya Bahron Rosyid masak sendiri dan dari rumah hanya dibekali beras.
Suatu saat penulis juga ingat pesen bapak, kurang lebih pesannya :" le nok bapak karo ibumu isone nyekolahke kowe kabeh mung tekan SLTA, bare kui do nyambuto gawe nek arep kuliah do ragato dewe". Setelah lulus STM Zainudin masuk tamtama polisi yang gagah dan tampan dan merupakan kebanggaan adik-adiknya meski Zainudin berpangkat prajurit dua (strip merah satu), ditugaskan di Polres Cilacap. Zainudin di Cilacap banyak kegiatan dengan pemuda dan pengajian remaja dan waktu itu beliau adalah jago baca Al-Quran sering mengikuti MTQ tingkat kabupaten dan propinsi jawa tengah meski di tingkat propinsi blm pernah juara, meski seorang anggota polisi beliau kegiatan utama yang ditekuni adalah memperdalam ilmu agama sesuai pesen almarhum bapak Djunari disetiap kesempatan kepada putra2nya." Le-Nok nangdi wae kowe nang bidang opo wae kowe kudu mewarnai dan menonjolkan dalam hal agama ojo malah melu2 sik ora bener".
Penulis tidak ingat waktu itu gaji beliau berapa yang jelas setiap dimintai apa saja kebutuhan adik-adiknya Zainudin tidak pernah menolak, hanya dijawab iya dan iya sesuai kemampuan beliau. Zainudin sangat sayang kepada adik-adiknya yang berjumlah 5 orang.
Dari 6 bersaudara Zainudin lah satu2nya yang belum pernah kuliah di perguruan tinggi.
Beberapa tahun kemudian Zainudin menikah dengan seorang perawat di RS Bethesda bernama Tantri Sukmayani Dan dikaruniai 2 orang anak mas Adinta dan Fina. Setelah pindah ke jogja, keluarga Zainudin menjadi tumpuhan sodara-sodaranya baik sekolah, kuliah, mau daftar polisi dan pekerjaan yang lainnya... Di rumah ketandan itu tidak pernah sepi dari sodaranya bukan saja sodara kandung tapi sodara jauh dan bahkan sodara yang hanya kenal dan sudah dianganggap sodara. Semua di rumah keluarga Zainudin tinggal gratis dan bahkan makan gratis hanya yang diharapkan dari Zainudin adalah menolong sodara.
Penulis juga ikut dirumah beliau pas kuliah, numpang tidur, makan dan juga mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Zainudin selalu menyayangi keluarga dan sodara2nya, saat itu penulis ingat saat disuruh kerumah untuk mengambil uang kesanggupan, setelah sampe di rumah Zainudin minta tunggu sebentar untuk ambilkan uang dengan bersepeda onthel, ternyata ambil uangnya di pasar sepeda dengan menjual sepeda yang dinaikinya tadi dan beliau pulang naik ojek dengan membawa uang yang dijanjikan tersebut.
Penulis juga ingat ketika Zainudin minta doa restu akan mengikuti tes dari bintara ke perwira diingatkan oleh almarhum bapak Djunari " yo le.. oleh melu tes perwira ning bapak ora sarujuk Nek ndadak nganggo model sogok menyogok duit mending rasah perwira ora popo ning ora dosa" .. Zainudin menjawab " nggih pak insyaalloh mboten ngangge model sik koyo ngoten niku modale namung doane bapak" dan benar saja bahwa Zainudin lolos jadi perwira tanpa model sogokan.
Pada tahun 2004 sebelum tsunami aceh di kepolisian ada program pengiriman tenaga polisi ke aceh karena waktu itu di Aceh masih sering terjadi konflik dengan GAM, Zainudin berkeinginan untuk bisa mengikuti program tersebut dan mendaftar sekali tidak lolos karena kesehatan dan mencoba lagi akhirnya lolos dan menjalankan tugas di Aceh selama 9 bulan dan selesai beberapa hari sebelum kejadian tsunami hebat yang menelan banyak korban. Yang menarik bagi penulis salah satu pendorong keberangkatan Zainudin ke Aceh adalah agar bisa meringankan kebutuhan keuangan keluarga karena pada saat itu gajinya habis dipotong Angsuram bank, dan dengan ikut ke Aceh akan memperoleh tunjangan selama berada tugas di Aceh.
Beliau (Zainudin) adalah sosok yang ringan tangan (enthengan) tidak pernah menjawab tidak bisa atau menolak ketika dimintai bantuan keluarga, sodara maupun sahabatnya. Beliau suka bersilaturahim ke sodara, kerabat dan sahabat.
Saat masih aktif di kepolosian beliau yang menonjol pada diri beliau adalah dakwah dan dakwah, dan pada suatu saat beliau sakit selama 20 Hari saatenjelang purna tugas, beliau mempunyai keinginan (nadzar) untuk melaksanakan dakwah keluar. Selama 40 Hari, dan dengan niat yang besar dengan didorong keinginan yang kuat untuk mencari Ridho Alloh SWT maka keinginan beliau terwujud berdakwah selama 40 Hari kw beberaoa daerah antara lain jawa tengah, Batam, Medan dan daerah-daerah lain beliau singgah. Dan saat 40 Hari terlampau dengan lancar.
Setelah keluar dakwah selama 40 Hari yang terakhir itu sosok Zainudin semakin terlihat bahwa beliau segala kegiatan dalam keseharian hanyalah ibadah dan ibadah....silaturahim dan memberi tauziahke mana2 setiap tempat yang beliau singgahi. Puasa sunah, baca Al-Quran, sholat malam merupakan kegiatan yang tidak pernah ditinggalkan beliau. Keluarga terutama istrinya memberikan dukungan penuh terhadap apa yang dilakukan beliau, bahkan beliau mempunyai niat untuk keluar untuk berdakwah sekaligus mencari ilmu ke negeri JAUH, Malaysia, India, Pakistan dll dan terakhir di Makkah sekaligus naik haji.
Saat ibunda di rawat di rumah sakit beliau setia menunggui di rumah sakit kurang lebih selama 10 hari dan juga selalu menyempatkan waktu untuk ibu dan bapak mertua yang semuanya sudah tua dan sakit, dan disela-sela menunggui ibunda beliau selalu baca Al-Quran.
Namun kehendak Alloh memang berbeda seperti apa keinginan kita, Alloh insyaalloh menyayangi beliau dengan dipanggil lah beliau menghadap Alloh saat orang2 kebanyakan sedang seperti penulis sedang lelap tidur beliau sholat malam subuh berjamaah, mengisi tauziah dan diakhiri tadarus Al-Quran sampai akhirnya menghadap sang Khaliq (Sabtu pahing, 3 maret 2018)di Madjid Sabilul Huda Ketandan, Banguntapan, Bantul.
Tujuan penulis insyaalloh bukan untuk RIYA' atau tujuan yang lain, tujuan menulis ini hanya untuk mengenang beliau dan menjadi pelajaran berharga bagi penulis agar bisa meneladani jejak beliau dalam keistiqomahan dalam beribadah sampai akhir hayatnya.
Penulis dan sodara2 semua pasti mempunyai rasa sedih, haru sekaligus kehilangan beliau yang telah mendahului kita. Namun dalam hati kecil kita juga terbesit rasa bahagia bahwa beliau menghadap Alloh selagi beliau dalam keadaan suci dan sedang beribadah.
Penulis percaya bahwa kematian hanya Alloh semata yang tahu, penyakit, penderitaan serta kesakitan bukanlah menjadi tolok ukur kapan kita akan di panggil menghadap Ilahi.
Penulis mohon kepada sodara2 ku yang membaca tulisan ini, apabila ada kesalahan dalam saya menulis semata-mata karena daya ingat saya yang terbatas dan juga yang penulis alami dan amati terhadap beliau kakanda Alimarhum Muhammad Zainudin, dan masih banyak lagi kenangan-kenangan yang indah,bahagia dan haru bersama beliau yang tidak sempat penulis tuangkan dalam tulisan ini.
Akhirnya marilah sejenak merenung dan berdoa semoga kita dapat mentauladani beliau dan semoga belau khusnul khotimah.... Aamiin yarrabal alamiin...
Yogyakarta 3-5 Maret 2018
Minggu, 19 Februari 2017
ZAKAT DAN SEDEKAH HASIL PERTANIAN DALAM PERSPEKTIF KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Pengertian zakat adalah mengambil sebagian harta dengan ketentuan tertentu
untuk diberikan kepada kelompok tertentu. Menurut kewajiban melakukannya, zakat
adalah amal ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap muslim yang dikenai
kewajiban membayar zakat dan diberikan kepada 8 golongan masyarakat. Sedangkan
amal sedekah dan infak tidak wajibkan, hanya saja disunnahkan untuk dilakukan
umat Islam.
Pengertian Sedekah.
Sedangkan “Sedekah“ secara
bahasa berasal dari akar kata (shodaqa) yang
terdiri dari tiga huruf : Shod- dal- qaf, berarti sesuatu yang benar atau jujur.
Kemudian orang Indonesia merubahnya menjadi Sedekah.
Sedekah bisa diartikan
mengeluarkan harta di jalan Allah, sebagai bukti kejujuran atau kebenaran iman seseorang. Maka
Rasulullah menyebut sedekah sebagai burhan (bukti),
Zakat,
infak dan sedekah merupakan amal ibadah yang memiliki peran penting dalam
kesejahteraan umat, menjalin persaudaraan dan mewujudkan toleransi dalam
kehidupan bermasyarakat. Dengan beramal, khususnya amal zakat, kita juga dapat
membersihkan harta kita sehingga kekayaan yang kita miliki menjadi harta yang
barokah.
Kadar zakat yang harus dikeluarkan:
§
jika diairi oleh hujan atau sungai 10 %, dan
§
jika diairi oleh pengairan 5 %
Zakat pertanian dikeluarkan saat menerima hasil panen.
Syarat Zakat Pertanian
1.
Islam
2.
Merdeka
3.
Sempurna Milik
4.
Cukup nisab
5.
Tanaman tersebut adalah makanan asasi yang tahan disimpan lama.
6.
Tanaman tersebut adalah hasil usaha manusia dan bukannya tumbuh
sendiri seperti tumbuh liar, dihanyutkan air dan sebagainya.
Diantara Harta/aset yang wajib
dikeluarkan zakatnya adalah bahan makanan pokok seperti padi, jagung, dan
gandum. Nishab (batas minimal ukuran harta yang dizakati) dari jenis ini sebagaimana
dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari adalah 5
Sebagaimana keterangan para ulama, bahwa harta kita yang
sesungguhnya adalah yang kita keluarkan untuk zakat/sedekah, karena 5 sampai
dengan 10% itulah yang akan selalu menyertai kita secara abadi.
Seandainya kesadaran mengeluarkan
zakat dan sodaqoh ini telah tumbuh di negeri kita yang mayoritas penduduknya
beragama Islam, sudah barang tentu taraf kehidupan warga negara juga akan
mengalami perbaikan.
Perhitungan
untuk Kabupaten Gunungkidul
Di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2016 produksi padi
sebesar 289.559 ton (Gabah Kering Giling),
maka secara hitungan gerakan zakat dan sedekah bisa berhasil kita ambil 90%
dari total produksi dikalikan 5-10% atau kita ambil rata-rata 7,5% maka akan
diperoleh :
o 289.559 ton x 90 % x 7,5% = 19.545 ton (Gabah Kering Giling)
o Atau setara Beras 19.545 x 0,628 = 12.274 ton ( 12.274.000 kg)
o Konsumsi beras Kab. Gunungkidul menurut hasil survey PPH
sebesar 83 kg/kap/th
o Total kebutuhan Kab. Gunungkidul 83 kg x 704.026 = 58.434,158
kg (58.434 ton)
o Hasil zakat dan sedekah mencukupi 21 % total kebutuhan konsumsi beras.
o Data terakhir kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul kurang
lebih 20,7% ( dapat mencukupi kebutuhan pangan khususnya beras bagi penduduk miskin
se kabupaten Gunungkidul)
Referensi
Salah sattu referensi penulis
adalah pengalaman yang sudah dilaksanakan di Desa Grogol Kecamatan Paliyan, Kabupaten
Gunungkidul setiap tahun setelah habis panen khususnya panen padi selalu
diadakan pengumpulan zakat dan sodaqoh di masjid yang diterima Amil yang
dibentuk di jamaah masjid tersebut. Desa ini telah melkukan kegiatan tersebut
sudah berjalan lebih dari 10 tahun, Pengumpulan bertempat di Masjid At-Taubah,
Dusun Grogol, Desa Grogol, Kecamatan Paliyan, berupa gabah kering giling dengan
ukuran 10% dari total panen (apabila memenuhi nishab), dan yang belum memenuhi
nishab dinamakan sodaqoh dengan ukuran prosentase tidak ditentukan
(seikhlasnya).Setelah gabah terkumul kemudian digiling dan di bagikan kepada
yang berhak menerima berupa beras. Kesadaran akan zakat dan sodaqoh di
masyarakat Grogol sudah tertanam kuat, maka pada panenan periode tahun 2016
yang menurun saja tetap berjalan meski dengan jumlah perolehan (yang terkumpul)
menurun.
Sebagai catatan, bahwa Desa Grogol ini merupakan salah satu dari 7
(tujuh) desa potensial rawan pangan menurut hasil
pemantauan dan analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Kabupaten
Gunungkidul tahun 2016.
Data detai dan keterangan dari pengurus dan
masyarakat Desa Grogol akan ditulis tersendiri dalam periode berikutnya.
*Semoga bermanfaat*
Selasa, 04 Agustus 2015
AGRIBISNIS AYAM KAMPUNG SUPER YANG MENGUNTUNGKAN

AGRIBISNIS AYAM KAMPUNG
SUPER YANG MENGUNTUNGKAN
A.
PENGERTIAN AGRIBISNIS
Agribisnis adalah suatu
kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan
dari mulai mata rantai produksi, pengolahan dan pemasaran hasil yang ada
hubungannya dengan komoditi pertanian dalam arti luas (usahatani, perkebunanan,
kehutanan, perikanan, perternakan) yang bertujuan untuk memperoleh keutungan
(profit Oriented).
Dengan kata lain, agribisnis
diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan memproleh keutungan yang
meliputi sebagian atau seluruh sektor agribisnis, yaitu sektor
masukan, sektor produksi, sektor pengeluaran.
B. KEUNGGULAN
USAHA AGRIBISNIS
Terlepas dari keadaan krisis atau tidak
agribisnis memang memiliki banyak keunggulan. Setidaknya ada 9 (sembilan)
alasan mengapa agribisnis memiliki arti penting.
1.
Aktivitas agribisnis
untuk menghasilkan pangan akan selalu ada selama manusia masih butuh makan
untuk hidup (tidak pernah ketinggalan model, karena usaha non agribisnis kalo
modelnya sudah ketinggalan makan bisnis tersebut langsung berhenti, contoh
usaha wartel ketika tahun 90-an menjamur dan nampak menguntungkan namun seiring
berkembangnya teknologi selluler maka wartel tidak laku lagi
2.
Agribisnis merupakan
usaha ekonomi yang hemat devisa karena berbasis pada sumberdaya lokal (resource base) sehingga memiliki daya
saing kuat.
3.
Agribisnis memiliki
kaitan usaha kedepan (forward linkage)
dan ke belakang (backward linkage)
yang kuat, sehingga perkembangan budidaya pertanian otomatis akan mendorong
industri hulu dan hilir (agroindustri) termasuk sektor jasa.
4. Pertanian merupakan sumber pencaharian utama
masyarakat dan masih merupakan sektor penyerap tenaga kerja yang besar.
5.
Kultur masyarakat
indonesia masih didominasi oleh kultur dan tradisi agraris yang kuat,
sehingga way of life seperti
ini sangat menunjang pengembangan agribisnis.
6.
Ketersediaan lahan dan
sumberdaya alam indonesia yang besar dan belum dimanfaatkan secara optimal,
menjadi prasyarat dasar yang dimiliki bangsa ini untuk mengembangkan
agribisnis.
7.
dalam era globalisasi
sekarang yang mampu bersaing dipasaran dunia adalah barang sekunder
(agroindustri olahan), maka agroindustri berpeluang besar untuk dikembangkan
mengingat ketersediaan bahan baku cukup besar.
8.
Kontribusi
agribisnis/agroindustri dalam perekonomian nasional (PDB) sendiri cukup
besar,khususnya dalam industri non migas.
9.
Mengembangkan agribisnis
identik dengan pemberdayaan perekonomian rakyat, karena secara obyektif
sebagian besar masyarakat yang bergerak di sektor ini adalah masyarakat miskin
yang berjumlah jutaan.
Usaha Agribisnis tidak pernah ketinggalan model,
tidak seperti usaha non agribisnis apabila modelnya sudah ketinggalan makan
bisnis tersebut langsung berhenti, contoh usaha wartel ketika tahun 90-an
menjamur dan nampak menguntungkan namun seiring berkembangnya teknologi
selluler maka wartel tidak laku lagi, usaha angkutan pedesaan di beberapa
daerah juga mengalami kejayaan pada waktu itu namun sekarang sudah tidak layak
lagi dijadikan usaha karena kemudahan masyarakat untuk memperoleh kendaraan
pribadi dll.
C.
KUNCI SUKSES BERUSAHA
Ketika kita dihadapkan
pada tantangan untuk memulai usaha kebanyakan kita akan memilih-milih usaha
yang paling menjanjikan yang mempunyai arti bahwa usaha tersebut menguntungkan, resiko rendah, tidak terlalu
padat modal, teknisnya mudah, mudah berkembang dll.
Untuk menuju kesuksesan
dalam usaha kita hanya butuh mengelola dengan baik 5 hal yaitu SWOT+P:
1.
Strengths (Kekuatan), kekuatan kita maksimalkan
sesuai kemampuan optimal kita.
2.
Weaknesses
(Kelemahan), setelah
kita mengetahui apa yang menjadi kelemahan kita maka kita minimalkan
kelemahan-kelemahan tersebut.
3.
Opportunities
(Peluang), kita
manfaatkan peluang-peluang yang ada
4.
Threats
(Ancaman),
meminimalkan ancaman atau bahkan memutar ancaman menjadi peluang usaha.
5.
Pray
(Doa), setelah
keempat factor diatas kita kelola dengan baik yang paling menentukan kita serahkan
kepada Alloh SWT dengan cara selalu menjalankan perintah-perintah, menjauhi
larangan-larangannya serta selalu berdoa memmohon ampunan dan selalu bersyukur,
Insyaalloh usaha kita berhasil penuh keberkahan.
D. AGRIBISNIS
AYAM KAMPUNG SUPER
Ayam kampung super menjadi peluang usaha baru
yang sangat menggiurkan, karena permintaan daging ayam kampung meningkat dengan
signifikan. Kenyataannya budidaya ternak ayam kampung menemui kendala utama yaitu pertumbuhan yang
cenderung lebih lambat jika dibandingkan dengan ayam ras pedaging yang mampu
panen dalam waktu 35 hari. Dengan adanya teknologi baru, kini hadir ayam
kampung super atau ayam jawa super, ternak ayam kampung super secara nyata lebih
menjanjikan karena dalam masa pemeliharaan panen membutuhkan waktu 55-60 hari
saja.
Masa panen yang cepat pada ayam kampung super
memberikan keuntungan yang cukup menggiurkan diantaranya tingkat kematian yang
realatif rendah, penghematan biaya pemeliharaan dan pakan. Ayam kampung super
merupakan hasil persilangan terbaru yang melibatkan teknologi pemuliaan ternak
sehingga didapatkan pertumbuhan yang cepat dan memiliki karakteristik
daging,cita rasa, perawakan dan bentuk ayam kampung. Nilai harga jual ayam kampung lebih tinggi
dibandingkan dengan komoditas ayam yang lain, harga berkisar antara 24rb-30 rb
menurut pengalaman pasar selama tahun 2014-2015.
1.
Kandang
Ayam Kampung
super membutuhkan kandang yang lebih sempit dibanding ayam ras yaitu dengan
rasio kepadatan 15 ekor per meter persegi, dengan kandang beralaskan lantai
yang tidak lembat (disemen lebih bagus)
2.
Peralatan
Peralatan yang
diperlukan antara lain :
-
Sprayer (digunakan pada waktu sterilisasi kandang, dan
perakuan menyemprot anti lalat)
-
Galon minum kecil dan besar
-
Loyang pakan
-
Galon pakan
-
Pemanas (pakai strimin kawat digantung, bawah dilambari
seng agar percikan api tidak membakar sekam)
3.
Pemeliharaan
a.
Persiapan
Setelah kandang
siap disterilkan dengan cara disemprot dengan disinfektan, semua tempat makan
dan minum juga disterilkan dengan tujuan agar bibit penyakit tidak menular ke
ayam yang mau dipelihara.
Setelah
streril, berikan sekam secukupnya sesuai luasan untuk DOC, biasanya kita pakai
pembatas seng dalam bentuk lingkaran, setiap lingkaran untuk 500 ekor ayam
dengan ukuran kurang lebih 4 meter persegi. Persiapkan juga pemanas dengan
catatan 1 pemanas untuk 500 ekor DOC.
Di atas sekam
digelar koran agar DOC yang masih kecil-kecil bisa lebih sehat dan sekam tidak
mengotori pakan atau minum.
b.
Boarding DOC
Setelah DOC
datang, masukkan DOC dalam lingkaran seng yang telah dipersiapkan sekaligus
menghidupkan pemanas 500 ekor untuk 1 lingkaran.
Berilah minuman
dengan vitamin untuk ayam, dan diberi makan setelah 1 jam, pemanas diusahakan
selalu hidup sampai DOC umur 3 hari, setelah hari ke 4 dan seterusnya
dihidupkan pada malam hari sampai pagi diatur jamnya yang disesuaikan dengan
kondisi alam sampai kira-kira ayam umur 12 hari pemanas bisa dihentikan. Untuk
menghemat panas di luar lingkar seng ditutup plastic keliling agar angin tidak
banyak masuk dan di dinding kandang juga diberi tirai dari terpal atau sejenis
yang ditutup sampai ayam umur 12 hari, lingkaran seng juga dilebarkan sesuaikan
keadaan ayam agar tidak terlalu padat.
c.
Vaksinasi
Pemberian
vaksin pada ayam kampung super diberikan pada umur 3 hari dengan cara tetes,
dan pada umur 21` hari dengan diberikan lewat minuman yang dicampur dengan
susu.
d.
Makan, minum dan vitamin
Ayam kampung
super dari hari pertama sampai panen umur 55-60 hari menggunakan pakan ayam
pedaging starter.
Pemberian pakan
dan minum disesuaikan dengan tingkat
kepadatan ayam dan umur ayam, setelah ayam umur 30 hari lebih kita gunakan
gallon minum 1 diperuntukkan 60 ekor ayam dan 1 wadah pakan untuk 40-50 ekor
ayam.
Minuman
disarankan diberi vitamin paling tidak 2 hari sekali, dan setelah umur 30 hari
bisa diberikan minuman tambahan susu ternak, susu kedele guna menggenjot hasil
daging yang optimal saat panen umur 55-60 hari.
e.
Sanitasi dan pelebaran
Guna memelihara
kebersihan kandang maka setelah ayam umur 1 minggu, kertas koran perlu dibuang
sambil pelebaran kandang dan seterusnya paling lama setiap 2 minggu sekali
dilaksanakan pelebaran sekaligus mengganti sekam.
Untuk mencegah kanibalisme
pada ayam maka apabila sudah nampak sesak perlu dilebarkan sekatnya dan ayam
diberikan makanan tambahan berupa daun2an seperti daun kates, ketela, pohonn
pisang dan lain-lain
f.
Pencegahan dan pengobatan penyakit
Ayam kampong
super mempunyai penyakit yang sama dengan ayam kampong biasa, maka perlu kita
mencegahnya agar penyakit tidak menjangkiti ayam kita, dengan cara strerilisasi
peralatan makan minum, dilakukan tidak hanya pada awal namun paling tidak 2
hari sekali peralatan makan minum dibersihkan dengan disinfektan.
Pemberian obat
cacing pada umur 30 hari atau lebih, pemberian obat2an sebelum penyakit
menjalar luas apabila sudah terlihat gejala-gejala.
Penyakit yang
palin sering ada yaitu berak kapur, dengan kejala kotoran putih, gejala
lanjutan ayam menggigil dan cepat mengalami kematian dan cepat menular.
Cara
menanggulangi apabila sudah terlanjur terkena berak kapur maka
-
Ayam yang terkena segera di sendirikan,
-
ayam yang mati dimusnahkan
-
kandang segera dibersihkan dan diseterilkan agar
penyakit cepat teratasi.
-
Pemberian cairan gula merah dan obat antibiotik selama
3-5 hari.
Semua foto yang
kami pakai dalam tulisan ini adalah foto-foto yang penulis lakukan dalam
memelihara ayam di lapangan :
4.
Panen dan Penjualan
Ayam kampung
super dalam penjualan relative mudah, dengan cara dijual ke rumah makan,
pedagang ayam dan lain-lain.
Yang perlu
diperhatikan saat penangkapan disarankan pada pagi hari sebelum matahari
terbit, dengan cara mematikan lampu penerang dan disekat dengan jarring.
Selamat
berusaha…..konsultasi bisa ditulis dalam komentar.
ANALISA USAHA PER 1000 EKOR AYAM KAMPUNG SUPER
|
NO
|
URAIAN
|
VOLUME
|
SATUAN
|
Harga Satuan (Rp)
|
JUMLAH (Rp)
|
|
1
|
DOC
|
1000
|
ekor
|
4.500
|
4.500.000
|
|
2
|
Pakan
|
40
|
Sak (50 kg)
|
330.000
|
13.200.000
|
|
3
|
Vitamin
|
5
|
pac
|
23.000
|
115.000
|
|
4
|
Vaksin
|
2
|
paket
|
50.000
|
100.000
|
|
5
|
Obat, Disinfectan
|
1
|
paket
|
100.000
|
100.000
|
|
6
|
Pemanas Kayu bakar
|
2
|
cubik
|
100.000
|
200.000
|
|
7
|
Sekam Padi
|
30
|
sak
|
6.000
|
180.000
|
|
8
|
Listrik
|
2
|
bulan
|
15.000
|
30.000
|
|
9
|
Air
|
2
|
bulan
|
30.000
|
60.000
|
|
10
|
Biaya Penyusutan
|
1
|
Peiode
|
500.000
|
500.000
|
|
|
Total Biaya
|
|
|
18.985.000
|
|
|
|
|||||
|
Penjualan
|
|||||
|
Kematian 5%
|
950
|
ekor
|
|||
|
Berat rata2
|
0,95
|
Kg
|
|||
|
Total Berat
|
902,5
|
kg
|
|||
|
Harga Per kilo (Rp)
|
28.000
|
||||
|
25.270.000
|
|||||
|
Pendapatan
|
|||||
|
Penjualan
|
25.270.000
|
||||
|
Total Biaya
|
18.985.000
|
||||
|
Keuntungan
|
6.285.000
|
||||
Langganan:
Postingan (Atom)
